Menatap Pesona Sunset Bumi Tanadoang

Menatap Pesona Sunset  Bumi Tanadoang

Senin, 12 Maret 2012

PT. PLN Ranting Kepulauan Selayar Dibawah Nakhoda A. Muh. Idris Limpo


PLN Ranting Kabupaten Kepulauan Selayar diposisikan pada kondisi dilematis, disebabkan karena wilayah kerjanya dikelilingi oleh tanaman pohon kelapa yang merupakan sumber mata pencaharian pokok bagi para petani kopra, dan tidak jarang pula dijadikan sebagai mahar perkawinan ana-anak mereka.
Sementara pada satu sisi berbeda, kabel jaringan PLN rata-rata terdiri atas kabel telanjang yang sangat rentang terhadap pemadaman tiba-tiba akibat tertimpa pelepah daun kelapa ataupun buah kelapa yang jatuh tepat mengenai jaringan kabel PLN.
Kondisi ini kian diperparah, oleh design sistim kelistrikan PLN Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih berada di bawah standar rata-rata yakni, 40 persen.
Kendati demikian, Kepala PLN Ranting Kabupaten Kepulauan Selayar, A. Muh. Idris Limpo mengakui, saat ini mulai banyak terjadi perubahan di lingkungan wilayah kerjanya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan pertemuan yang digelar di kantor PLN pusat, maupun di kantor PLN wilayah Sulsel, PLN Ranting Kabupaten Kepulauan Selayar sempat beberapa kali menjadi topik perbincangan dan sekaligus mendapat perhatian skala prioritas dari kantor pusat, ataupun kantor wilayah.
Satu hal yang tak dapat dipungkiri, bila hal tersebut,  tak terlepas dari perjuangan panjang sosok Muh. Idris Limpo dalam kapabilitasnya sebagai Kepala PLN Ranting Kepulauan Selayar yang berstatus putra daerah asli.
Tak heran, jika sosok kepala PLN yang satu ini memiliki komitmen kuat untuk terus berusaha mengembangkan Kabupaten Kepulauan Selayar, terutama dari sisi pembangunan kelistrikan, sebagai urat nadi perusahaan industri. Kebesaran tekad ini diakui Idris, sebagai bentuk perwujudan konsistensinya terhadap keberlangsungan roda pembangunan di daerah kelahirannya. (*)

Sabtu, 10 Maret 2012

Kenaikan BBM Solusi Atau Malapetaka??


Issu kenaikan BBM yang kembali digelindingkan Pemerintah Pusat di awal tahun 2012, kontan  mengundang keprihatinan sejumlah pihak, salah satu diantaranya, Lembaga Kohati Badko wilayah Sulselbar yang pada hari Jumat, (9/3) kemarin, berhasil menggelar Dialog Publik Bertajuk, “Kenaikan BBM Solusi Atau Musibah Bagi Asap Dapur”.
Sebahagian orang mengatakan, kenaikan BBM harus dilakukan. Namun tak sedikit pula yang merasa khawatir, Issu kenaikan BBM sengaja diwacanakan pemerintah dengan tujuan untuk memancing naiknya emosi masyarakat.
Paling tidaknya, saat BBM akan dinaikkan, mahasiswa sebagai pembela masyarakat yang hanya menjalankan legitimasi akan melakukan demonstrasi bersama rakyat sebagai obyek penderita.
Dan pada saat bersamaan, Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono akan  mengambil keputusan untuk mengembalikan harga BBM agar tetap berada pada level normal. Sehingga dengan sendirinya, akan lahirlah pencitraan di mata masyarakat, bahwa presiden masih mampu dan layak memimpin negara Republik Indonesia ini.
Sebagai kesimpulan dan inti dari persoalan ini, kenaikan BBM sepertinya sengaja didramatisir sebagai wahana untuk sekedar cari-cari muka  bagi kelompok pemimpin dan penguasa agar dapat kembali memenangkan dan menduduki kursi presiden, demikian ungkapan keprihatinan seorang aktivis pemerhati masyarakat yang menamakan diri, analisa kiri.
Pandangan lain mengungkapkan, kenaikan BBM bukanlah sebuah solusi. Akan tetapi, kehadirannya dinilai tak lebih dari sekedar musibah pembawa malapetaka bagi keberlangsungan perputaran ekonomi masyarakat. (*)

Jumat, 09 Maret 2012

Menjejal Sejarah Penamaan Kota Pahlawan Dari Dusun Cinimabela Sampai Dusun Appabatu


Slogan kota sejarah dan pahlawan yang diabadikan masyarakat Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar pada pintu gerbang ibukota kecamatannya, ternyata bukanlah sekedar simbol tanpa dasar sejarah sama sekali.
Terbukti, di Dusun Cinimabela masih ditemui keberadaan pondasi ex bangunan markas penjajah Jepang, sebelum penjajah Belanda kembali datang ke Kabupaten Kepulauan Selayar dan meluluh lantakkan benteng pertahanan milik penjajah Nippong atau Jepang.
Sementara itu, jauh di dalam semak belukar yang membungkus salah satu areal lahan pertanian di daerah tersebut  juga ditemukan sebuah sumur tua berlantai bebatuan. Oleh warga masyarakat setempat, sumur tua yang diyakini merupakan peninggalan pemerintah Jepang ini kemudian diberi nama Buhung Bakkara.
Sayang sekali, karena tak sedikitpun cerita yang berhasil didapatkan terkait dengan asal mula penamaan Buhung Bakkara ini. Pasalnya, tak ada lagi orang tua atau tokoh masyarakat yang bisa bercerita banyak tentang sejarah masa lalu di bekas wilayah kekuasaan Opu Bonea, termasuk mengenai asal-usul penamaan Buhung Bakkara.
Meninggalkan Dusun Cinimabela, penelusuran kembali berlanjut ke Dusun Appabatu yang merupakan pintu gerbang utama menuju desa-desa lain di sepanjang bagian timur wilayah Kecamatan Bontomanai.
Di dusun ini, terdapat sedikitnya dua buah sumur dan sebuah bak penampungan air yang mulai diselimuti rerumputan. Diantara kedua sumur tua di lokasi itu, salah satu diantaranya merupakan sumur tua peninggalan Jepang  yang masih lengkap dengan bak mandinya.
Salah seorang warga di dusun tersebut menuturkan, “Dulunya, sumur tua ini tak lebih dari sebuah sumur batu. Dan baru pada era tahun 1970-an, sumur yang berjarak sekira seratus meter dari arah pintu Dusun Appabatu tersebut, ditingkatkan statusnya menjadi sebuah sumur semen berdinding.
Sementara, tak jauh dari lokasi sumur ikut dibangun sebuah mck yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci masyarakat sekitar. Kendati belakangan, kedua sumur yang berhadapan dengan areal tambak ini  tak lagi dimanfaatkan masyarakat dengan alas an airnya  yang asin.
Sampai akhirnya, kedua buah sumur dimaksud tinggal menjadi sebuah bangunan sejarah terbengkalai, terbungkus rerimbunan semak belukar dan hanya bisa diam membisu menyaksikan kendaraan hilir mudik di sekitarnya, tanpa sedikitpun meninggalkan serpihan catatan sejarah untuk generasi Bumi Tanadoang.(*)               

Benda Cagar Budaya, Saksi Bisu Keberadaan Kerajaan Kecil Di Selayar


Dusun Cinimababela, Desa Parak, Kecamatan Bontomanai banyak disebut sebagai salah satu basis kekuasan Pemerintah Jepang.. Setelah sebelumnya, mereka pernah tinggal mendiami Dusun Appabatu, lokasi pertama kali penjajah Nippong  membangun markas pertahanan yang oleh masyarakat lokal Kabupaten Kepulauan Selayar diistilahkan dengan bangunan Bangsal.
Selain merupakan basis pertahanan Jepang, Dusun Cinimabela juga dikenal sebagai salah satu daerah kekuasaan Opu  Ri Bonea yang kala itu memimpin kerajaan Opu Bonea. Pengungkapan fakta ini dibuktikan dengan keberadaan dua buah benda cagar budaya peninggalan Opu Bongko, wanita berusia sekira ratusan tahun yang tak lain adalah sepupu satu kali Opu Bonea.
 Pada zaman kerajaan, kedua benda yang kerap diistilahkan dengan pa'pejaang ini kerap  digunakan sebagai wadah pembuangan ludah oleh keluarga raja atau pun keturunanya.  Satu hal  yang pasti, bahwa pa’pejaang seperti ini dulunya tidak dapat digunakan oleh orang yang tidak berasal dari kalangan keluarga raja atau  bangsawan yang pada era tersebut banyak diistiah dengan Gaukang.
Pa’pejaang ini dijumpai di rumah mantan Kepala Dusun Cinimabela, Mappanai Dg, Matarang (75 thn).  Pria berusia paruh bayah berambut uban inu mengaku mulai memangku jabatan kepala Dusun sejak tahun 1972-1974 silam.
 Di rumah mantan kepala dusun Cinimabela periode 1998-2001 ini, didapati pula sebuah senjata jenis tombak kerajaan yang oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar kerap diistilahkan dengan poke.
Lebih jauh, dari atas rumah berukuran 10 x 15 ini pula, ditemui keberadaan wadah penyimpanan beras zaman ke opuang yang kerap diistilahkan dengan Tarakang, berikut beberapa benda-benda peninggalan lain, seperti radio tua yang jenis dan bentuknya sudah sangat langka atau bahkan tidak lagi dapat ditemui beredar secara umum di tengah-tengah masyarakat di wilayah ini.
Benda cagar budaya lain yang ikut ditemui di rumah sang kadus diantaranya, ranjang atau tempat tidur besi, dan mesin ketik manual peninggalan  zaman penjajahan. Sementara, di rumah tetangganya juga berhasil ditemui keberadaan tiga radio tua tua berbungkus debu.(fadly syarif)

TOP RELEASE

Gaul Cell Selayar

Gaul Cell Selayar
Jual Beragam Jenis Telefon Selular & Melayani Service Kerusakan Ponsel
Powered By Blogger