Menatap Pesona Sunset Bumi Tanadoang

Menatap Pesona Sunset  Bumi Tanadoang

Kamis, 29 Desember 2011

Catatan Sejarah Perjalanan Pemerintahan Saksi Bisu, Keberhasilan Mappa Boerera

Awalnya, Mappa Boerera hanyalah seorang anggota TNI-AD dari Kesatuan Lintas Udara 700 Makassar, Sulawesi-Selatan yang pada tahun 1992 dipindah tugaskan ke Mako Kodim 1415 Kabupaten Kepulauan Selayar, atas permintaan pribadinya.
Saat pertama kali, bergabung di Mako Kodim 1415 Kepulauan Selayar, Mappa ditempatkan dalam jabatan Bappurir, selama kurun waktu 4 tahun. Pada tahun kelima, Mappa kembali ditugasi dalam jabatan baru sebagai Babinsa Desa Tanete, Kecamatan Bontomate’ne.
Dari Desa Tanete, Mappa dipindahkan ke Desa Kayu Bau yang masih bertetangga dengan Desa Tanete. Dengan mempertimbangkan beragam rentetan keberhasilannya sebagai Babinsa Desa Tanete, beberapa tahun berikutnya, Mappa kembali diamanahi tugas baru, sebagai Babinsa Desa Bontomarannu, yang kala itu, berada dibawah payung Kecamatan Bontomaero (sekarang, Kecamatan Bontomanai).
Di wilayah penugasan barunya, masyarakat kemudian diam-diam mengusulkan, Mappa Boerera ke Kodim 1415 Kepulauan Selayar, untuk dapat diikut sertakan di dalam proses pemilihan Calon Kepala Desa Bontomarannu, periode 2007-2013.
Menanggapi aspirasi warga, Dandim 1415 Kepulauan Selayar pun melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai kesediaannya menjadi seorang calon kepala desa.
Besarnya perasaan cinta seorang Mappa kepada satuan TNI-AD sempat menjadi alasan penolakan baginya, untuk dicalonkan menjadi seorang calon kepala desa.
Kendati akhirnya, Mappa tak dapat berkutik dihadapan Dandim 1415 Kepulauan Selayar, saat dirinya diperhadapkan pada dokumen berisi surat usulan dan dukungan penuh masyarakat terhadapnya.
Pasalnya, aspirasi masyarakat dinilai Mappa sebagai bentuk amanah yang haram hukumnya untuk dilalaikan. Pada saat bersamaan, Mappa tidak mampu berbuat banyak, terkecuali, mengiyakan keinginan masyarakat dan komandannya di Mako Kodim 1415 Kepulauan Selayar.
Alhasil, Mappa terpilih secara aklamasi sebagai Kepala Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai. Mappa Boerera resmi menunaikan tugas barunya sebagai seorang kepala desa pada tanggal 30 Juli 2007, pasca pelantikan & pengambilan sumpah jabatan kepala desa terpilih oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. H. Syahrir Wahab, MM  pada tanggal, 29 Juli 2007 lalu.
Penugasan barunya sebagai seorang kepala desa, diawali dari penerapan program pembangunan SDM, dimulai dari masyarakat sampai kepada aparat pemerintah desa untuk lebih mampu berdisiplin di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahannya sebagai pelayan publik.
Hal ini dilakukan Mappa, guna mendukung terwujudnya “Good Governance” atau pemerintahan yang baik, dalam konsepsi, pemerintahan yang bersih, demokratis, dan efektif, sebagai indikator utama, tergapainya cita-cita masyarakat madani.
Pembangunan bidang infrastruktur, tak lepas mewarnai jalannya roda pemerintahan Desa Bontomarannu di bawah kendali, mantan anggota TNI-AD berpangkat terakhir, sebagai Kopral Kepala ini.
Sukses kegiatan pembangunan bidang infrastruktur diwujudkan Mappa dalam bentuk, pembangunan bendungan mini di Dusun Bontomarannu, disusul, pembangunan fasilitas posyandu di Desa Gojang Utara, pembangunan gedung tambahan TK Wirayudha, pembangunan Baruga Sayang, pembangunan Balai Penyuluh Pertanian, dan pembangunan jalan lingkar, ruas Bontomarannu-Dusun Gojang Utara, menuju Dusun Dallembang Bua’.
Prestasi lain, ditorehkannya pada peraihan sejumlah kejuaraan, bidang seni dan keagamaan. Salah satunya, peraihan piala Juara III Lomba Tadarrus Al Qur’an dalam rangka Peringatan Hari Gerak PKK ke 36 tingkat Kecamatan Bontomanai, serta, dua peraihan juara lain.
Salah satunya, yakni : Juara III lomba nyanyi berpasangan, dalam rangka Peringatan Hari Gerak PKK tahun 2011, Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
Catatan demi catatan prestasi, terus diukir Mappa Boerera, bersama segenap jajaran Pemdes, dan masyarakat Desa Bontomarannu, dengan dukungan Badan Permusyawaratan Desa, sebagai mitra kerja pemerintah desa, pemilik kode wilayah 73.01.04.2008 ini.
Hingga, bukan sebuah hal yang berlebihan, jika rententan prestasi tersebut selanjutnya, ditorehkan dalam catatan lembaran sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Selayar, yang digoreskan dengan tinta emas, atau blue print, lima tahun pemerintahan Mappa Boerera sebagai Kepala Desa Bontomarannu.(fadly syarif)       



Komoditi Jambu Mente & Kopra Asal Selayar Tembus Pasaran Sulsel, 100 Ton Persatu Pekan

Dalam sepuluh tahun terakhir, ribuan ton komoditi jambu mente dan kopra asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, lepas terjual kepada sejumlah pengusaha penampung hasil bumi di Kota Daeng Makassar.
Hal tersebut diungkapkan Rusli Efendy, salah seorang pengusaha penampung lokal di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam kesempatan wawancara singkat dengan wartawan hari Rabu, (27/12) petang, di gudang penampungannya yang terletak di jalan poros Bonea, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Untuk tahun 2011, komoditas kopra dan jambu mente  asal Kabupaten Kepulauan Selayar telah terjual kurang lebih 100 ton ke Makassar. Bahkan, sampai diturunkannya berita ini,  Rusli mengaku, masih menyisakan kurang lebih 4 ton jambu mente lagi, di gudang penampungan miliknya.
Jambu mente ini, dibeli dari warga petani lokal, asal Pulau Jampea, Bonerate, dan beberapa wilayah pedesaan, di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar lainnya dengan harga Rp. 6.500 perkilo gramnya. Sedangkan, komoditas kopra, dibeli seharga Rp. 6.100 perkilogram.
Dari tangan para petani, buah jambu mente dan kopra ini, selanjutnya diolah oleh sepuluh orang buruh  yang dipekerjakan Rusli di gudang penampungannya. Dari pantauan wartawan di sekitar gudang penampungan milik Rusli, sejumlah kendaraan roda empat tampak masih hilir mudik, mengangkut buah jambu mente dan kopra yang siap jual. (fadly syarif)    

TOP RELEASE

Gaul Cell Selayar

Gaul Cell Selayar
Jual Beragam Jenis Telefon Selular & Melayani Service Kerusakan Ponsel
Powered By Blogger