Menatap Pesona Sunset Bumi Tanadoang

Menatap Pesona Sunset  Bumi Tanadoang

Follow by Email

Senin, 23 Januari 2012

DPRD Kepulauan Selayar Bersolek Di Tahun 2012


Dalam waktu dekat ini, DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan merencanakan untuk melakukan pembenahan berat terhadap gedung sekretariat yang laintainya mulai bergeser.
Pembenahan juga rencananya akan dilakukan terhadap sejumlah balon lampu taman, di sekitar lingkungan Sekretariat DPRD Kepulauan Selayar yang beberapa diantaranya mulai pecah.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kepulauan Selayar, Hasanuddin Chaer kepada wartawan di ruang kerjanya hari Jumat, (20/1) siang kemarin. Di tempat terpisah, Sekretaris DPRD Kepulauan Selayar, Drs. Muchtar mengungkapkan, rencananya, untuk memasang karpet di tangga ruang rapat paripurna yang selama ini, dinilainya licin, dan beresiko menelan korban.
Pada kesempatan yang sama, Muchtar juga tak luput mengungkapkan, aspirasi staf sekretariat DPRD Kepulauan Selayar yang mendesak adanya pembangunan lift atau escalator menuju  ruang komisi DPRD.
Menanggapi aspirasi staf sekretariat DPRD, Hasanuddin Cher secara tegas menyatakan, keberatan anggota DPRD Kepulauan Selayar untuk menganggarkan rencana pembangunan escalator menuju ruang komisi yang dinilai belum saatnya dilaksanakan.    
Pasalnya, masih banyak aspirasi rakyat yang perlu mendapatkan skala prioritas penganggaran, ketimbang harus membangun fasilitas escalator menuju ruang komisi, tandasnya. (*)

Jumat, 20 Januari 2012

Sekretariat DPRD Kepulauan Selayar Rencanakan Restrukturisasi


Keberadaan Bagian Hukum di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, seyogianya mendapat peninjau kembali. Demikian, petikan pernyataan Sekretaris DPRD Kepulauan Selayar, Drs. Muchtar, MM saat menerima wartawan di ruang kerjanya hari Kamis, (19/1) pagi kemarin.   
Penilaian ini kata Muchtar, didasarkan pada hasil diskusi dan perbincangan ringannya dengan jajaran Sekretariat DPRD Kota Makassar beberapa waktu lalu. Dari beberapa ruang sekretariat DPRD kabupaten/kota di Sulawesi-Selatan yang pernah disambanginya, Muchtar mengaku, tidak pernah mendapati adanya penempatan bagian hukum di ruang lingkup sekretariat DPRD.
Mengingat, selama ini perumusan rancangan peraturan daerah selalu dituntaskan oleh jajaran Bagian hukum di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Fungsi sekretariat DPRD Kepulauan Selayar dinilai Muchtar, akan jauh lebih efektif, bila bagian hukum disulap menjadi bagian humas dan informasi. Sebagai salah satu langkah nyata, dalam rangka mewujudkan pusat layanan informasi satu pintu di lingkungan sekretariat DPRD.
Hal ini diharapkan, akan mampu meminimalisir berhembusnya informasi simpang-siur, terkait dengan kinerja sekretariat, dan aktivitas anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain merencanakan penempatan bagian humas, Sekretaris DPRD Kepulauan Selayar juga berencana untuk menghadirkan bagian perlengkapan yang kedepannya, diharapkan mampu mengurusi persoalan barang-barang inventaris sekretariat DPRD secara umum.
Terkait dengan rencana penempatan bagian humas ini, empat orang staf handal telah disiapkan untuk menempati posisi tersebut, yakni : Drs. Salewang (Mantan Kasubag Pemberitaan Humas Setda), Jerniati (Kontributor Media Dego-Dego), Nur Wira, SH (Mantan Kontributor Media Identitas Kampus Merah, Universitas Hasanuddin Makassar) serta Muh. Ramli, SE (Mantan Wartawan Harian Pagi Momentum, Makassar).
Rencananya, Drs. Salewang akan diposisikan dalam jabatan Kabag Humas Sekretariat DPRD menggantikan posisi mantan Kabag Hukum, (Alm) Andi Rusbandy Pas, SH. Itupun, bila rencana tersebut mendapat restu dari Ketua Baperjakat Kabupaten, Dr. H. Zainuddin, SH.MH.
Menjawab pernyataan Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. H. Zainuddin, SH. MH mengaku akan mempertimbangkan, usulan  pergeseran jabatan Drs. Salewang dari Kabag Keuangan menjadi Kabag humas sekretariat DPRD.
Pernyataan ini diungkapkannya, usai mengukuhkan pengurus Korpri Unit Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, hari Jumat, (20/1) pagi. (fadly syarif). 

Kamis, 19 Januari 2012

Laut Desa Tambolongan Kembali Diguncang Bom Ikan Wakil Bupati Berjanji Lakukan Koordinasi


Perairan laut Desa Tambolongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, kembali diguncang oleh serangkaian ledakan bom ikan yang pelakunya diduga adalah warga Desa Polassi.   
Menurut salah seorang sumber di lapangan, ledakan bom ikan hampir setiap hari terdengar mengguncang perairan Desa Tambolongan, utamanya  pesisir pantai barat, dan Binanga Pa’bila’ang (Bonto Bulaeng) yang terletak di kampung Tangnga-Tangnga, atau yang oleh warga setempat kerap disebut kampung Timur.
Hal tersebut diungkapkan perwakilan warga masyarakat Desa Tambolongan dalam perbincangan singkatnya dengan wartawan hari Rabu, (18/1) malam. Terkait hal ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk segera mengambil langkah kongkrit, serta menindak tegas para pelaku pengeboman ikan yang dalangnya, diduga adalah warga Desa Polassi, termasuk salah satu diantaranya warga Desa Polassi berinisial BB.
Selain itu, warga masyarakat Desa Tambolongan juga menuntut pencopotan Kepala Desa Polassi yang dinilai tidak mampu meredam para pelaku illegal fishing yang disinyalir adalah warga desanya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan masyarakat Desa Tambolongan bahkan sempat mengancam, bila aspirasi mereka tidak segera ditindak lanjuti oleh pihak berkompoten, maka bukan sebuah hal yang mustahil, masyarakat setempat akan ikut turun menjadi pelaku pengeboman ikan di laut.
Menanggapi pernyataan warga masyarakat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Abd. Gani, M.Pdi mengungkapkan, urusan penindakan pelaku pelanggar hukum, sepenuhnya dibebankan di atas pundak aparat Kepolisian, lembaga Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri. Tempat di mana peristiwa berlangsung.
Olehnya itu,  Abd. Gani meminta aparat kepolisian dan institusi terkait lainnya untuk dapat lebih tegas, dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku illegal fishing. Gani berharap, aparat hukum jangan sekali-kali menampakkan kelemahan di mata masyarakat.
Sekalipun harus diakui, bahwa penuntasan kegiatan illegal fishing, bukanlah sebuah pekerjaan  mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, pengentasan kegiatan illegal fishing membutuhkan pola penanganan khusus dengan menyadari beberapa aspek keterbatasan yang dimiliki warga nelayan pesisir tradisional  Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sebut saja, keterbatasan pendidikan, pemahaman, keterampilan, sampai kepada persoalan keterbatasan peralatan alat tangkap yang masih serba manual. Sekaitan dengan permasalahan ini, pemerintah dipandang perlu, untuk segera memberikan sentuhan bantuan pemberdayaan, kepada kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini termarginalkan.
Dikatakannya, penanganan kegiatan illegal fishing merupakan sebuah permasalahan komprehensif  yang cukup banyak menyita energi, waktu, dan pemikiran, untuk bisa menarik benang merah dari persoalan itu sendiri.
Penuntasan kasus illegal fishing, harus disusun secara terencana, sistematis, dan terstruktur. Sebab tindak pelanggaran seperti ini, baru akan bisa diminimalisir melalui peningkatan derajat pendidikan putra-putri para pelaku illegal fishing itu sendiri,  dengan cara mendudukkan mereka di bangku sekolah, baik formal, maupun non formal.
Teriring harapan, kiranya para generasi ini, akan mampu membawa angin perubahan di tengah-tengah kehidupan para pelaku illegal fishing atau minimal dilingkungan keluarga mereka sendiri.
Karena perubahan, akan tercipta secara otomatis dengan modal ilmu, pengetahuan, wawasan, kesadaran, dan pemahaman yang telah mereka peroleh dijenjang, bangku pendidikan.
Terutama, setelah diselipkannya mata pelajaran Kelautan & Perikanan sebagai mata pelajaran tambahan, bersifat muatan lokal yang banyak menyinggung akan pentingnya, pelestarian terumbu karang dan kehidupan biota-biota laut lainnya.     
Pernyataan lain muncul dari Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya hari, Kamis, (19/1) siang.
Menurutnya, persoalan kegiatan illegal fishing di perairan Desa Tambolongan adalah lagu lama yang hampir setiap saat didendangkan warga masyarakat setempat. Namun demikian, pihaknya berjanji untuk tetap melakukan koordinasi dengan aparat terkait, dalam hal ini, Camat Bontosikuyu, jajaran Polres Kepulauan Selayar, dan Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten, tandasnya. (Fadly Syarif)      

Pertumbuhan UMKM Di Kepulauan Selayar Maju Pesat Ditahun 2012


Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) usaha mikro digolongkan sebagai usaha produktif untuk orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria kepemilikan asset senilai Rp. 50 Juta atau omset Rp. 300 Juta.
Sedangkan usaha kecil adalah usaha produktif yang berdiri sendiri, dan dilakukan oleh orang perorang/badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan/bukan cabang perusahaan yang dimiliki/dikuasai atau menjadi bagian baik langsung, maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria:  Rp. 50 juta < Asset < Rp. 500 Juta dan atau Rp. 300 Juta < Omset <  Rp. 2,5 Milyar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan & Energi  Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan,  Baso Kasim, DM, SE.
Menurutnya, jumlah UMKM di Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kendati belum dapat diprediksi berapa persen (%) tingkat pertumbuhannya.
Lantaran belum terdatanya jumlah keseluruhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta Pedagang Kecil  yang terdapat di daerah ini, tandasnya kepada wartawan di ruang kerjanya hari, Kamis, (19/1) siang.
Peningkatan jumlah UMKM di daerah ini, turut diaminkan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Rustam Noor, SH.
Dikatakannya, peningkatan UMKM didasarkan pada indikator mulai banyaknya pengusahan UMKM yang pada awal tahun 2012 telah meningkat menjadi pengusaha UKM.
Pada saat bersamaan, lapangan kerja di Kabupaten Kepulauan Selayar terbuka lebar untuk para pengangguran. Sehingga dengan sendirinya, angka pengangguran dan kemiskinan di daerah berjuluk Bumi Tanadoang ini, perlahan menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, cetus Rustam kepada wartawan yang menyambanginya, hari Kamis, (19/1) siang. (Laporan : fadly syarif)     

Selasa, 17 Januari 2012

Muh.Nazaruddin Ancam Mindo Rosalina Manulang Di Persidangan


Tersangka kasus suap wisma atlet sea games, Palembang, Sumatera Selatan yang juga mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muh. Nazaruddin, mengancam Mindo Rosalina Manulang, agar tidak membawa-bawa namanya di persidangan tindak pidana korupsi.
“Tolong jangan sebut-sebut nama saya..jangan bawah-bawah nama saya, kalau anda ingin aman,” tandas Nazaruddin, sembari mencecar Mindo Rosalina dengan sejumlah pertanyaan. Hal ini diungkapkan Muh. Nazaruddin di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari Senin, (16/1) kemarin.(Int)
     

Senin, 16 Januari 2012

FPK Pastim Desak Bupati Kepulauan Selayar Copot Camat Pasimasunggu Timur


            Mosi tidak percaya terhadap keberlangsungan pemerintahan Drs. H. Syahrir Wahab, MM selaku Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar kembali disuarakan sekelompok mahasiswa di daerah ini yang menuntut pencopotan segera Camat Pasimasunggu Timur.
Pasalnya, penempatan Camat Pasimasunggu Timur oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. H. Syahrir Wahab, MM dinilai mahasiswa, sama sekali tidak mampu  memberikan kemajuan berarti di Kecamatan Pasimasunggu Timur.
Selain, terdapat beberapa faktor yang mengisyaratkan untuk Camat Pasimasunggu Timur segera dicopot dari jabatannya. Hal tersebut diungkapkan perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam forum pemerhati kecamatan Pasimasunggu Timur, dalam orasi damainya yang disampaikan di halaman kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.(fadly syarif)

Senin, 09 Januari 2012

Satuan Polisi Pamong Praja Gagalkan Pengangkutan Kayu Tanpa IPK


Lelaki SA (43 tahun), terpaksa harus berurusan dengan aparat satuan polisi pamong praja Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel yang secara kebetulan sedang menggelar patroli atas pelanggaran peraturan daerah Nomor 7 Tahun 2002 Tentang Pengelolaan Hutan Rakyat dalam wilayah Kecamatan Bontosikuyu.
SA diintorogasi petugas patroli gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan jajaran Kepolisian, lantaran tertangkap tangan melakukan pengolahan kayu di wilayah Desa Laiyolo, tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari pihak berwenang.
Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita barang bukti berupa : 1 jerigen oil, dan 1 buah jerigen kosong, warna putih, berikut  kayu olahan jenis jambu mente dengan rincian sebagai berikut : papan ukuran 25 cm X 2 cm X 3 m sebanyak 27 lembar, papan ukuran 25 cm X 2 cm X 4 m sebanyak 29 lembar, papan ukuran 25 cm X 2 cm X 5 m sebanyak 26 lembar, papan ukuran 25 cm X 2 cm X 1 m sebanyak 5 lembar, balok ukuran 6 cm X 12 cm X 1 cm sebanyak 9 batang, balok ukuran 6 cm X 12 cm X 4 m sebanyak 9 batang, balok ukuran 4 cm X 6 cm x 5 m sebanyak 87 batang, balok ukuran 4 X 6 cm X 4 m sebanyak 20 lembar.
Hal tersebut disampaikan Kasat Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepulauan Selayar, AR. Krg. Gassing, SH. MH saat ditemui wartawan di ruang kerjanya hari, Senin (9/1) pagi.
Terkait dengan penangkapan barang bukti kayu olahan tanpa dokumen  di Kampung Hulu, Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu yang berlangsung pada hari Kamis, (22/12) sekira pukul 14.30 tersebut, “penyidik kepolisian dibantu aparat satuan polisi pamong praja, telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diantaranya : AS (33 thn) warga Dusun Kilotepo, Desa Laiyolo Baru, dan SS (32 thn), warga Dusun Kilotepo, Desa Laiyolo Baru”.
Keduanya dimintai keterangan sekaitan dengan dugaan memiliki dan mengolah hasil hutan (kayu) yang tidak dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana disangkakan terhadap Lelaki SA.
Atas perbuatan melanggar hukum yang dilakukannya, tersangka terancam dijerat dengan UU RI No. 41 Tahun 1999 Pasal 50, huruf e Tentang Kehutanan. Bila dari hasil pengembangan penyidikan tersangka dinyatakan terbukti bersalah,  tidak menutup kemungkinan, tersangka juga bakal dijerat dengan pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan denda Rp. 5 Milyar, tandas Krg. Gassing.
Menyusul kembali maraknya kegiatan Illegal loging di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Selayar, Wakil Bupati, H. Saiful Arif, SH menegaskan, kiranya aparat satuan polisi pamong praja kabupaten, tidak tebang pilih di dalam menindak pelaku penebangan dan pengolahan kayu tanpa izin, termasuk kayu yang diolah dengan alasan untuk ramuan rumah.
Dalam kaitan itu, Wabup Kepulauan Selayar berjanji untuk meningkatkan besaran anggaran biaya operasional satuan polisi pamong praja, sesuai dengan hasil kesepakatan briefing antara pemerintah kabupaten dengan jajaran Satpol PP, cetus Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar ini.  

Jumat, 06 Januari 2012

Partai Demokrat Kepulauan Selayar Berikan Dukungan Pada Paket IAS-AQM


Dukungan demi dukungan terus mengalir untuk  paket Ilham Arief Sirajuddin & Azis Qahar Muzakkar yang disebut-sebut bakal berduet pada prosesi pemilihan calon gubernur Sulsel mendatang.
Salah satunya dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Selayar, Junaedy Faisal yang dilantik di Gedung Juang 45, Selayar, Kamis (17/11) 2011 lalu.
 "Kami mendukung penuh paket ini," terang Junaedy. Doa agar IAS-AQM bersatu juga menjadi doa rutin penasihat spiritual IAS, Dr Rahman Qayyum, selama menghadiri sejumlah acara di Selayar, kemarin. 
Pelantikan JUnaedi dihadiri Bupati Selayar, Syahrir Wahab, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Selayar Syukran Yusuf, Ketua DPRD Hasanuddin Khaer, dan unsur muspida.Syahir Wahab berterima kasih Demokrat telah ikut membangun Selayar. 
IAS juga meresmikan Sekretriat DPC Demokrat Selayar. IAS dan rombongan juga sempat "nongkrong" di Warung Kopi Intan, di ruas jalan Kompleks Pasar Lama Benteng.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat berdialog dengan IAS di kediaman
Junaedy Faisal. (sumber: http://fajar.co.id)

Junaedy Faisal Pimpin Demokrat Kepulauan Selayar


Bendahara Persatuan Masyarakat Selayar (Permas), H Junaidy Faisal hampir pasti terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Selayar. 
Meski awalnya ada tiga nama yang mencuat termasuk Andi Mahmud dan Ady Ansyar, tapi belakangan, setelah melalui rapat konsolidasi yang dipimpin Wakil Ketua DPD Partai Demokrat, Ni'matullah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) mulai mengerucut ke Junaidy.
Langkah mengarahkan dukungan ke Junaidy yang kini menjabat Wakil Ketua Hiswanamigas Sulsel untuk menjaga kebersamaan dan persatuan dalam partai.  Dalam muscab ini, Ketua DPC Partai Demokrat Selayar, Sukran Yusuf tidak mencalonkan diri.
Alasannya, ia ingin memberi peluang kepada kader lain untuk mengembangkan Partai Demokrat. "Saya percaya Partai Demokrat ingin mengembangkan sayapnya sehingga saya memberi kesempatan kepada yang dianggap mampu.
Harapan saya semoga yang terpilih bisa melakukan yang lebih dari apa yang kami lakukan," tandas Sukran. Sebagai bentuk penghargaan, Ketua DPD Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin yang membuka muscab ini berharap Sukran Yusuf dijadikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Selayar.
 "Kalau ini suatu penghargaan sekaligus amanah partai, maka saya pasti akan melakukan yang terbaik demi Partai Demokrat," tanggap Sukran.  Jika Junaidi paling berpeluang di Selayar, Aris Muhammadiyah juga sisa mengikuti muscab formalitas saja hari ini.
Pasalnya, untuk Soppeng, dia satu-satunya calon yang mendaftar dan mengikuti fit and proper test. Sementara di Maros, pada muscab yang juga diagendakan hari ini akan bertarung dua kader partai, Sudirman dan Amirullah.
Keduanya sama-sama memiliki pendukung di PAC dan kekuatannya berimbang. Sore kemarin, dalam pembukaan muscab Demokrat Selayar di Hotel Grand Clarion, Ilham berharap partai ini bisa menjadi partai terbaik.
Ilham pada kesempatan itu juga banyak memberikan harapan kepada para kader Partai Demokrat agar lebih solid demi kemajuan partai ke depan. Menurut Ilham, semakin maju suatu partai semakin banyak pula rintangan yang mesti dihadapi.
"Semoga muscab lain bisa berlangsung dinamis tanpa intrik politik yang bermuara pada perpecahan. Siapapun yang terpilih memimpin Demokrat di Selayar saya yakin itulah yang terbaik," harapnya.
Ilham mengingatkan, ketua terpilih dalam waktu satu tahun setengah akan dievaluasi untuk mengukur kemampuan dan sejauh mana Demokrat mendapat kepercayaan rakyat. "Ini untuk mengukur target 30 persen pemenangan pemilu 2014," tambah Ilham
Selain Selayar, Soppeng dan Maros, Juli ini Bulukumba dan Gowa juga dijadwalkan melaksanakan muscab. Bulukumba sudah ditetapkan pada 30 Juli mendatang. Sementara Gowa untuk sementara diupayakan digelar 31 Juli.
"Takalar sejauh ini belum dijadwalkan. Sementara Pangkep, Maros, Barru, serta Parepare digelar di bulan Ramadan mendatang sama seperti Makassar," kata Ketua Divisi Publik Daerah DPD Demokrat Sulsel Syamsu Rizal. (sumber : http://beta.fajar.co.id)

Cuaca Extrem Di Kab. Kepulauan Selayar Tumbangkan Baliho Ketua Tim Penggerak PKK


Cuaca extrem, berupa hujan deras dan hembusan angin kencang yang melanda Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali menumbangkan sebuah baliho.
Baliho yang tumbang kali ini adalah baliho sosialisasi ajakan penggunaan garam beryodium oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Norma Syahrir Wahab.
Meski tak sempat menelan korban. Akan tetapi, peristiwa ambruknya baliho Tim Penggerak PKK yang terpasang di ruas jalan Veteran, Benteng ini, dinilai telah merugikan daerah hingga jutaan rupiah.
Selain menumbangkan baliho milik Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, angin kencang juga telah beberapa hari terakhir menjadi pemicu sering terjadinya, pemadaman lampu secara tiba-tiba yang disertai dengan naik turunnya daya listrik di daerah ini.
Bahkan, jaringan internet pun acap kali dipengaruhi oleh cuaca extrem yang melanda kabupaten yang terletak di jazirah paling selatan, provinsi Sulawesi-Selatan tersebut.
Sebagai akibat dari pemadaman aliran listrik secara tiba-tiba, sejumlah fasilitas computer milik salah satu pengusaha warung internet di lintasan Bonea, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, harus rela menanggung kerugian yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan  2 unit computer miliknya.
Sampai diturunkannya berita ini, belum diketahui dengan jelas pihak yang harus bertanggung jawab terkait dengan terjadinya kerusakan barang-barang elektronik milik warga masyarakat, pasca berhembusnya cuaca buruk di Kabupaten Kepulauan Selayar. (Fadly Syarif)
  

Sabtu, 31 Desember 2011

Persoalan Kelangkaan BBM Warnai Detik-Detik Pergantian Tahun 2011

§  Sebuah Renungan Jelang Tahun 2012
Pergantian tahun 2011, ke tahun 2012 tinggal menghitung jam dan menit saja. Namun sayang, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak yang selama ini melanda Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, seakan tak kunjung terselesaikan.
Terlebih lagi, setelah pada awal Desember 2011, kapal pengangkut bahan bakar minyak, bernama KLM. Sinar Bahagia, dikabarkan tenggelam, di perairan Bone Kebo, Kabupaten Bulukumba, saat akan melakukan perjalanan menuju Dermaga Rauf Rahman, Benteng dengan mengangkut jatah 30 ton BBM untuk rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar.
Peristiwa yang tak jauh berbeda, kembali terulang pada hari Jumat, 30 Desember 2011. Menyusul, terbakar dan meledaknya kapal pengangkut bahan bakar minyak bernama KLM. FajarMentari.
Kapal bernomor lambung 30 GT yang dikemudikan Ambo Seng alias Antri tersebut, sedianya akan berangkat menuju Dermaga Rauf Rahman Benteng Selayar dengan membawa jatah 25 ton BBM untuk keperluan masyarakat di daerah penghasil jeruk manis itu.
Sebagai dampaknya, masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar kembali diresahkan oleh persoalan kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak di tingkat pedagang pengecer yang mencapai Rp. 10.000,- perbotol.
Bahkan dari pantauan wartawan di lapangan hari Sabtu, (31/12) siang, sejumlah pedagang pengecer BBM botolan di daerah ini terpantau mulai menyingkirkan stand penjualan bensin botolan milik mereka ke belakang rumah. Sebagaimana kondisi yang terlihat di ruas jalan Krg. Bonto, Benteng Selayar.
Pada tahun yang sama, masyarakat petani lokal Kabupaten Kepulauan Selayar tampak masih harus diperhadapkan pada persoalan mosi tidak percaya kepada pemerintah kabupaten yang dinilai sangat lamban dalam memecahkan masalah jatuhnya harga vanili di pasaran.
Hal serupa dirasakan masyarakat petani coklat di sejumlah wilayah di daerah ini. Pasalnya, hingga dengan akan berakhirnya tahun 2011, petani coklat tak kunjung terlepas dari persoalan gagal panen yang salah satu penyebabnya adalah sikap lamban pemerintah kabupaten di dalam mengentaskan keberadaan hama tupai yang menjadi pemicu utama seringnya petani coklat mengalami gagal panen.(fadly syarif)       

Jumat, 30 Desember 2011

Kisah Sang Peternak Kambing Di Tengah Lahan Tandus Berbatu

Melakoni pekerjaan sebagai seorang peternak budidaya kambing lokal di tengah perkampungan tandus berbatu, tentu, bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dikerjakan oleh lelaki Yaman (53 thn), Warga Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, yang telah hampir kurang lebih tiga tahun menggeluti profesinya sebagai seorang peternak kambing lokal di kampung halamannya.
Akan tetapi, perjuangan panjang seorang Yaman, untuk bisa menumbuh kembangkan budidaya peternakan kambing di Desa Sambali, bukan hanya sekedar isapan jempol.
Terbukti, peternakan kambing yang mulai dirintisnya sejak tahun 2009 tersebut, kini, telah berkembang pesat. Hal itu sangat jelas terlihat, dari tingkat perkembang biakan kambing miliknya,  yang kini berjumlah, 200 ekor. Padahal dulunya, Yaman hanya memiliki 30 ekor kambing piaraan.
Andai tak terserang penyakit di awal tahun 2011 lalu, kambing-kambing tersebut, kemungkinannya,  telah mencapai 300 ekor. Kendati demikian, Yaman tidak lantas berkecil hati.
Dia tetap yakin dan percaya, “saban hari”, kawasan pengandangan kambing yang dirintisnya di atas lahan seluas 10 Ha, akan jauh lebih berkembang dari kondisinya saat sekarang ini.  
Bahkan, saat wartawan menyambanginya belum lama ini, Yaman dengan kebesaran hatinya menyatakan, kesiapan untuk menjadi suplayer bibit, bagi para peternak kambing di seluruh pelosok nusantara.
Yaman juga mengaku siap, melayani pesanan bagi warga masyarakat yang membutuhkan ketersediaan kambing untuk keperluan pesta perjamuan ataupun khitanan.
  Kambing-kambing tersebut, rencananya akan dijual dengan harga bervariasi berdasarkan ukuran dan jenis kelaminnya. Untuk kambing betina, harga jualnya berkisar Rp. 400.000,-.
Khusus, untuk kambing pejantan, harga jualnya bisa berkisar antara Rp. 500.000,- sampai Rp. 1.800.000,- per satu ekor, pungkasnya kepada wartawan hari, Senin, (26/12) pagi kemarin.  (fadly syarif)  

SMA Negeri 1 Pasimarannu Nantikan Sentuhan Perhatian Pemerintah Pusat

Program pemerataan pendidikan antara wilayah kepulauan dan daratan yang dituangkan Kementerian Pendidikan Nasional melalui penyaluran anggaran pembangunan penambahan ruang kelas belajar tahun anggaran 2011, mendapat sambutan hangat dari lingkungan tenaga pendidik SMA Negeri 1 Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan secara khusus oleh Kepala SMA Negeri 1 Pasimarannu, H. Zainal Abidin, S.Pd, terhadap jajaran Kementrian Pendidikan Nasional.
Ucapan terima kasih tersebut, disampaikan Zainal, atas apresiasi dan dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan Nasional dalam rangka menyukseskan penerapan program pemerataan pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan, termasuk salah satunya yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Terlebih lagi, pada tahun anggaran 2011 ini, “SMA Negeri 1 Pasimarannu ikut kecipratan jatah anggaran pembangunan 2 unit gedung ruang kelas belajar tambahan, senilai Rp. 240.000.000,-“.
Sebagai ungkapan rasa syukur,  panitia pembangunan gedung bekerjasama dengan komite sekolah, langsung bekerja keras untuk merampungkan kedua bangunan ruang kelas belajar tambahan dimaksud, yang saat ini telah selesai sekira 50 %, ujar Zaina menambahkan.
Pihaknya berharap, pemerintah pusat tidak akan pernah merasa lelah dalam memberikan bentuk perhatian seriusnya terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia anak didik di daerah terpencil dan terisolir.
Terutama, dalam rangka untuk mengatasi kesenjangan dunia pendidikan yang dilatar belakangi oleh persoalan keterbatasan ruang fasilitas belajar, mobiler, bangku, dan meja belajar siswa.
Kendala yang diakui diakui Zainal, merupakan bias dari masih relatif sangat terbatasnya nilai anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah kabupaten di dalam proses pembahasan dan penyusunan APBD setiap tahunnya.
Akibatnya, sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Selayar masih harus tetap memberlakukan jam belajar pagi-sore. Kendati, sistem pembelajaran pagi-sore dinilai sangat tidak efektif untuk diberlakukan.
Sebab pada sore hari, siswa dinilai mulai mengalami penurunan daya serap dan konsentrasi di dalam menerima materi pembelajaran yang disampaikan guru bidang study di dalam ruang kelas belajar.
Terkait hal tersebut, pihak tenaga pengajar di lingkungan SMA Negeri 1 Pasimarannu, kembali menitipkan harapan besar. “kiranya, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan Nasional, dapat sekali lagi mengalokasikan anggaran pembangunan, 2 unit  gedung ruang kelas belajar tambahan untuk SMA Negeri 1 Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan”.
Disamping, pihak sekolah juga sangat mengharapkan, segera terbangunnya Gedung Laboratorium Computer, Musholla Sekolah, perumahan guru dan kepala sekolah, serta pemenuhan, kekurangan 75 unit bangku, dan meja belajar siswa di lingkungan SMA Negeri 1 Pasimarannu, kunci putra kelahiran Kabupaten Bulukumba ini.(fadly syarif)

          

          

KLM. Fajar Mentari Meledak Di Perairan Bone Kebo, Tanjung Bira

Perairan Bone Kebo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan kembali menelan korban, menyusul terbakarnya, sebuah kapal pengangkut bahan bakar minyak bernama KLM. Fajar Mentari. Kapal ini bertolak meninggalkan Pelabuhan Lappe’e, Kabupaten Bulukumba, sekira pukul  04.00 subuh, hari Jumat, ( dengan tujuan dermaga Rauf Rahman, Benteng Selayar.  
Saat meninggalkan pelabuhan Lappe’e, Kabupaten Bulukumba, kondisi cuaca terpantau sangat teduh.  Sehingga, penyebab kecelakaan belum diketahui pasti. KLM. Fajar Mentari dikabarkan meledak, setelah dua jam melakukan perjalanan dari pelabuhan Lappe’e, tepatnya, pada titik koordinat 538’-36,24” S dan 120-53’ 16,82” T, (Elev 1682 m).
Kapal bernomor lambung 30 GT  yang dikemudikan Ambo Seng alias Antri ini, berangkat meninggalkan pelabuhan Lappe’e dengan mengangkut sedikitnya 25 ton bahan bakar minyak jenis bensin, dan solar.
Kendati demikian, tidak korban jiwa dalam insiden meledaknya KLM. Fajar Mentari. Pasalnya, nakhoda atas nama, Ambo Seng Alias Antri, berikut tiga orang anak buah kapal, berhasil ditolong oleh KLM. Restu Ilahi yang dikemudikan Daddi, dari Pelabuhan Lappe’e.
Dari empat orang anak buah kapal, salah satu diantaranya diketahui bernama Rifal yang beberapa pekan lalu, sempat ikut terjebak pada musibah tenggelamnya kapal pengangkut bahan bakar minyak KLM. Sinar Bahagia di lokasi kejadian yang sama.
Informasi yang sempat dihimpun wartawan menyebutkan, kapal naas ini diketahui merupakan milik Firdaus alias Daus, nakhoda KLM. Sinar Bahagia yang sempat dikabarkan tenggelam di perairan Bone Kebo, Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba (16/12) lalu.(fadly syarif)
   

Kamis, 29 Desember 2011

Catatan Sejarah Perjalanan Pemerintahan Saksi Bisu, Keberhasilan Mappa Boerera

Awalnya, Mappa Boerera hanyalah seorang anggota TNI-AD dari Kesatuan Lintas Udara 700 Makassar, Sulawesi-Selatan yang pada tahun 1992 dipindah tugaskan ke Mako Kodim 1415 Kabupaten Kepulauan Selayar, atas permintaan pribadinya.
Saat pertama kali, bergabung di Mako Kodim 1415 Kepulauan Selayar, Mappa ditempatkan dalam jabatan Bappurir, selama kurun waktu 4 tahun. Pada tahun kelima, Mappa kembali ditugasi dalam jabatan baru sebagai Babinsa Desa Tanete, Kecamatan Bontomate’ne.
Dari Desa Tanete, Mappa dipindahkan ke Desa Kayu Bau yang masih bertetangga dengan Desa Tanete. Dengan mempertimbangkan beragam rentetan keberhasilannya sebagai Babinsa Desa Tanete, beberapa tahun berikutnya, Mappa kembali diamanahi tugas baru, sebagai Babinsa Desa Bontomarannu, yang kala itu, berada dibawah payung Kecamatan Bontomaero (sekarang, Kecamatan Bontomanai).
Di wilayah penugasan barunya, masyarakat kemudian diam-diam mengusulkan, Mappa Boerera ke Kodim 1415 Kepulauan Selayar, untuk dapat diikut sertakan di dalam proses pemilihan Calon Kepala Desa Bontomarannu, periode 2007-2013.
Menanggapi aspirasi warga, Dandim 1415 Kepulauan Selayar pun melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai kesediaannya menjadi seorang calon kepala desa.
Besarnya perasaan cinta seorang Mappa kepada satuan TNI-AD sempat menjadi alasan penolakan baginya, untuk dicalonkan menjadi seorang calon kepala desa.
Kendati akhirnya, Mappa tak dapat berkutik dihadapan Dandim 1415 Kepulauan Selayar, saat dirinya diperhadapkan pada dokumen berisi surat usulan dan dukungan penuh masyarakat terhadapnya.
Pasalnya, aspirasi masyarakat dinilai Mappa sebagai bentuk amanah yang haram hukumnya untuk dilalaikan. Pada saat bersamaan, Mappa tidak mampu berbuat banyak, terkecuali, mengiyakan keinginan masyarakat dan komandannya di Mako Kodim 1415 Kepulauan Selayar.
Alhasil, Mappa terpilih secara aklamasi sebagai Kepala Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai. Mappa Boerera resmi menunaikan tugas barunya sebagai seorang kepala desa pada tanggal 30 Juli 2007, pasca pelantikan & pengambilan sumpah jabatan kepala desa terpilih oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. H. Syahrir Wahab, MM  pada tanggal, 29 Juli 2007 lalu.
Penugasan barunya sebagai seorang kepala desa, diawali dari penerapan program pembangunan SDM, dimulai dari masyarakat sampai kepada aparat pemerintah desa untuk lebih mampu berdisiplin di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahannya sebagai pelayan publik.
Hal ini dilakukan Mappa, guna mendukung terwujudnya “Good Governance” atau pemerintahan yang baik, dalam konsepsi, pemerintahan yang bersih, demokratis, dan efektif, sebagai indikator utama, tergapainya cita-cita masyarakat madani.
Pembangunan bidang infrastruktur, tak lepas mewarnai jalannya roda pemerintahan Desa Bontomarannu di bawah kendali, mantan anggota TNI-AD berpangkat terakhir, sebagai Kopral Kepala ini.
Sukses kegiatan pembangunan bidang infrastruktur diwujudkan Mappa dalam bentuk, pembangunan bendungan mini di Dusun Bontomarannu, disusul, pembangunan fasilitas posyandu di Desa Gojang Utara, pembangunan gedung tambahan TK Wirayudha, pembangunan Baruga Sayang, pembangunan Balai Penyuluh Pertanian, dan pembangunan jalan lingkar, ruas Bontomarannu-Dusun Gojang Utara, menuju Dusun Dallembang Bua’.
Prestasi lain, ditorehkannya pada peraihan sejumlah kejuaraan, bidang seni dan keagamaan. Salah satunya, peraihan piala Juara III Lomba Tadarrus Al Qur’an dalam rangka Peringatan Hari Gerak PKK ke 36 tingkat Kecamatan Bontomanai, serta, dua peraihan juara lain.
Salah satunya, yakni : Juara III lomba nyanyi berpasangan, dalam rangka Peringatan Hari Gerak PKK tahun 2011, Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
Catatan demi catatan prestasi, terus diukir Mappa Boerera, bersama segenap jajaran Pemdes, dan masyarakat Desa Bontomarannu, dengan dukungan Badan Permusyawaratan Desa, sebagai mitra kerja pemerintah desa, pemilik kode wilayah 73.01.04.2008 ini.
Hingga, bukan sebuah hal yang berlebihan, jika rententan prestasi tersebut selanjutnya, ditorehkan dalam catatan lembaran sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Selayar, yang digoreskan dengan tinta emas, atau blue print, lima tahun pemerintahan Mappa Boerera sebagai Kepala Desa Bontomarannu.(fadly syarif)       



Komoditi Jambu Mente & Kopra Asal Selayar Tembus Pasaran Sulsel, 100 Ton Persatu Pekan

Dalam sepuluh tahun terakhir, ribuan ton komoditi jambu mente dan kopra asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, lepas terjual kepada sejumlah pengusaha penampung hasil bumi di Kota Daeng Makassar.
Hal tersebut diungkapkan Rusli Efendy, salah seorang pengusaha penampung lokal di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam kesempatan wawancara singkat dengan wartawan hari Rabu, (27/12) petang, di gudang penampungannya yang terletak di jalan poros Bonea, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Untuk tahun 2011, komoditas kopra dan jambu mente  asal Kabupaten Kepulauan Selayar telah terjual kurang lebih 100 ton ke Makassar. Bahkan, sampai diturunkannya berita ini,  Rusli mengaku, masih menyisakan kurang lebih 4 ton jambu mente lagi, di gudang penampungan miliknya.
Jambu mente ini, dibeli dari warga petani lokal, asal Pulau Jampea, Bonerate, dan beberapa wilayah pedesaan, di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar lainnya dengan harga Rp. 6.500 perkilo gramnya. Sedangkan, komoditas kopra, dibeli seharga Rp. 6.100 perkilogram.
Dari tangan para petani, buah jambu mente dan kopra ini, selanjutnya diolah oleh sepuluh orang buruh  yang dipekerjakan Rusli di gudang penampungannya. Dari pantauan wartawan di sekitar gudang penampungan milik Rusli, sejumlah kendaraan roda empat tampak masih hilir mudik, mengangkut buah jambu mente dan kopra yang siap jual. (fadly syarif)    

Senin, 26 Desember 2011

Kodim 1415 Kepulauan Selayar Gelar Operasi Rutin Antar Pulau

Komando Distrik Militer 1415 Kabupaten Kepulauan Selayar,  Sulawesi-Selatan kembali memberikan perhatian khususnya pada peningkatan keamanan teritorial perairan laut Selayar dan sekitarnya.
Hal tersebut, dituangkan personil kodim 1415 Kepulauan Selayar melalui kegiatan kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan patroli rutin mengelilingi wilayah kepulauan.
Dandim 1415 Kepulauan Selayar, Letkol Inf. Nefra Firdaus mengungkapkan, “kegiatan patroli rutin ini, rencananya akan diawali dari kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Kecamatan Takabonerate,  Pasimarannu, Pasilambena dan sekitar, dengan menerjunkan lima orang personil.
Kelima personil tersebut masing-masing, Pasi Intel, Kapt. Syarifuddin, Serka Haris, Serka Rahman, Serma Azis, dan Serma Syukur. Kendati demikian, tidak ada penyebutan secara detail, terkait target operasi yang dipimpin langsung oleh Dandim 1415 Kepulauan Selayar tersebut.
Rombongan bertolak meninggalkan ibukota kabupaten, Benteng Selayar, pada hari Senin, (26/12) subuh, dan rencananya baru akan kembali pada hari, Rabu, (28/12) mendatang, jelas Nefra yang dimintai konfirmasi oleh wartawan via telefon selularnya.(fadly syarif) 

Menyambut Kembalinya Sang Dewi Fajar Ke Daratan Bumi Tanadoang

Kesan keterbelakangan, dan potret kehidupan masyarakat miskin merupakan sebuah realita yang keberadaannya sangat sulit dipungkiri di tengah-tengah kehidupan rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
Perlahan tapi pasti, realita kehidupan masyarakat miskin Kabupaten Kepulauan Selayar yang hampir setiap saat mewarnai halaman-halaman surat kabar terbitan regional Sulsel, seakan kembali melahirkan kepekaan dan kesadaran di kalangan putra-putri Bumi Tanadoang di daerah perantauan, akan arti pentingnya peran serta putra daerah dalam pengambilan kebijakan program pembangunan.  
Hati dan jiwa mereka, seakan terpanggil untuk kembali membangun tanah leluhur tercinta. Hal yang sama, dirasakan puteri kelahiran Selayar, 28 April 1981 silam.
Naluri dan kepekaan sosialnya, dalam melihat realita kehidupan masyarakat miskin, serta keterbelakangan pembangunan yang tak terpisahkan dari kehidupan keseharian rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, serasa mulai mengusik ketenangan hati seorang Salmah Sumayya.
Hati dan jiwanya pun berontak, melihat realita kehidupan masyarakat miskin dan keterbelakangan rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar yang hampir setiap saat mewarnai tayangan halaman-halaman surat kabar terbitan regional Sulsel.
Kondisi keterbelakangan inilah, yang mendorong dan menginspirasi sosok Salmah Sumayyah, untuk bangkit merintis usaha perdagangan souvenir, bercorak Kabupaten Kepulauan Selayar, di Kota Daeng Makassar.
Tidak tanggung-tanggung, “Salmah”, bahkan telah menyatakan kebulatan tekadnya untuk kembali membangun tanah leluhurnya yang telah sekian lama ditinggal merantau ke Makassar.
Sungguhpun dia menyadari, bahwa impian untuk merubah tatanan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Terlebih lagi, arah kebijakan pembangunan masih berada di bawah kendali pemegang kebijakan dan pemangku kekuasaan daerah.
Bagi Salmah Sumayya, maju di bursa pemilihan calon anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Periode 2015-2019, merupakan harga mati yang tak lagi dapat ditawar-tawar, demi untuk kepentingan rakyat.
Kendati untuk saat ini, Salmah, baru sementara meneropong partai yang siap mengusung dan mendukung rencananya untuk maju menjadi seorang calon anggota legislatif.
Sejumlah pihak, bahkan mendesak Salmah, untuk bersedia tampil menjadi Balon Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar mendampingi salah seorang putra daerah terbaik Kabupaten Kepulauan Selayar di Makassar, yang rencananya akan kembali maju di bursa Pilkada pemilihan Balon Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, periode 2015-2019.
Atas desakan ini, Salmah menyatakan pikir-pikir dalam menentukan sikap dan keputusan terbaik yang harus dilakukannya. Keputusan, sepenuhnya berada di tangan rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar.  
Bila dalam perkembangannya, rakyat memang berkehendak agar sosok Salmah Sumayya,  maju menempati kursi orang nomor dua di Bumi Tanadoang. Maka sikap tersebut, akan menjadi keputusan bersifat final dan tak lagi dapat diganggu gugat oleh pihak manapun juga, tandas mantan Reporter, merangkap bagian marketing dan sirkulasi Tabloid Amanah ini.
Kabupaten Kepulauan Selayar dikenal memiliki kekayaan potensi holtikultura yang berpeluang untuk ditumbuh kembangkan sebagai salah satu daya tarik tersendiri, bagi para investor bidang perkebunan dan pertanian.
Sehingga dengan demikian, masyarakat tidak lagi  akan perlu menunggu kehadiran seorang investor, hanya untuk persoalan pemasaran hasil pertanian milik petani lokal, cetusnya.
Melalui kehadiran investor, program percepatan pembangunan, sudah pasti akan dapat berjalan mulus. Bersamaan dengan terwujudnya, kehidupan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar yang lebih baik,  maju dan sejahtera, kunci Salmah Sumayyah. (fadly syarif)  

Minggu, 25 Desember 2011

Antrian di Stasiun Pengisian BBM Sambut Perayaan Natal Di Kepulauan Selayar

Guratan kekhawatiran akan sulitnya mendapatkan jatah bahan bakar minyak jenis bensin di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, sangat jelas tergambar dari kerut wajah warga masyarakat kota Benteng dan sekitarnya yang pada hari Minggu, (25/12) pagi, tampak kembali berjubel memadati kawasan stasiun pengisian bahan bakar di ruas jalan Pahlawan, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Ratusan unit kendaraan roda dua dan puluhan unit mobil tampak berderet memadati kawasan pertamina sembari menanti giliran untuk mendapat jatah bahan bakar.
Meski tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan aparat Kepolisian Resort Kepulauan Selayar, suasana antrian di sekitar stasiun bahan bakar minyak milik H. Paha tersebut, terlihat berlangsung aman dan terkendali.(fadly)   

Menyusuri Rutinitas Pengrajin Emping Melinjo Di Kompleks Cahaya Tani, Benteng Selayar

Angka di telefon selularku menunjukkan pukul 09. 49 WITA, saat sepeda polygon warna biru yang ku kayuh, melintasi kompleks Cahaya Tani, di ruas jalan Jend. Veteran, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.
Hingga sejurus kemudian, aku tersentak mendengar riuh suara hammer dari beberapa rumah di gang kecil yang terletak di belakang Toko Cahaya Tani itu. Sejenak ku tertegun, hati kecilku berpikir,  mungkin ada  warga masyarakat yang tengah melakukan aktivitas pembangunan rumah.
Pandangan mataku pun ku arahkan ke beberapa bangunan rumah yang berada di sisi kiri-kananku, sembari memasang kedua daun telingaku untuk memastikan sumber riuh suara hammer tersebut.
Insting dan naluri jurnalistik yang dipicu rasa penasaran, akhirnya mengantarkan langkah kakiku untuk menyusuri sumber riuh suara hammer yang terdengar begitu berirama.
Usai menepikan dan memarkir sepeda kesayanganku, aku langsung bergegas menuju ke salah satu bangunan rumah panggung atas bawah, berukuran sederhana yang terletak di sisi kanan jalan setapak, tempatku memarkir sepeda.
Assalamu Alaikum, ucapku..., sembari mengetuk pintu bagian bawah kolong rumah. Wa Alaikum Salam...Masukki, Jawab Sang pemilik rumah dengan penuh ke ramah-tamahan.
Memasuki pintu rumah, mataku langsung tertuju pada seorang ibu, berusia paruh bayah yang sedang asyik memainkan palu di atas batu berukuran segi empat beralaskan plastik bening, berselip, biji melinjo yang sebelumnya telah disangrai dengan menggunakan kuali dan kompor minyak.
Rutinitas pembuatan keripik melinjo yang dilakukan Halimah, sekaligus menjawab teka-teki akan sumber suara hammer yang terdengar membahana di sekitar kompleks Toko Cahaya Tani, Pada hari, Minggu, (25/12) pagi.
Dari pantauan wartawan terungkap, “aktivitas, pembuatan emping melinjo di kompleks ini, merupakan rutinitas pagi masyarakat, terutama pada hari libur, semisal, hari Minggu dan hari-hari libur nasional lain.
Hal tersebut, dibuktikan dengan rekaman gambar kesibukan pembuatan keripik emping melinjo yang berhasil diabadikan dari sejumlah rumah di kompleks gang cahaya tani, Benteng Selayar.
Kerajinan pembuatan emping melinjo di daerah ini, rupanya tidak hanya dilakoni oleh kaum perempuan. Akan tetapi, kaum laki-laki pun terlihat begitu mahir memainkan hammer di atas batu beralas plastik bening, berselip biji melinjo yang selanjutnya diolah menjadi keripik. (fadly syarif)   

TOP RELEASE

Gaul Cell Selayar

Gaul Cell Selayar
Jual Beragam Jenis Telefon Selular & Melayani Service Kerusakan Ponsel